Minggu, 14 September 2014

5 KUNCI SUKSES ORANG KRISTEN

 BARISAN SIMANULLANG,S.Pd

5 KUNCI SUKSES ORANG KRISTEN 

1. Luangkan waktu bersama dengan Yesus setiap hari. Acapkali kita menghabiskan waktu untuk mengerjakan aneka hal yang tidak ada kaitannya dengan keberhasilan kita di masa depan sebagai orang Kristen (maupun dengan nilai-nilai kesuksesan masa kini). Kita belum mengambil waktu untuk memfokuskan dan memahami apa yang diinginkan Kristus Yesus bagi kehidupan kita dan keberhasilan kita.

2. Pelajari Alkitab dan temukan lima (atau enam) prioritas keberhasilan sebagai orang Kristen yang seharusnya ada di dalam kehidupan Anda. Sebagai contoh, bagi Anda urutan prioritas itu mungkin: Kristus, pasangan hidup, anak-anak, pekerjaan, dan pensiun. Bagi orang lain: Kristus, pasangan hidup, pekerjaan, hobby, dan kesehatan tubuh. Untuk tiap orang, prioritas nomor 3 sampai 5 mungkin berbeda-beda, tetapi prioritas pertama dan kedua mustinya adalah Kristus dan keluarga. Nah, begitu Anda tahu mengetahui prioritas keberhasilan Anda, Anda siap untuk menjalani langkah ketiga.

3. Susun suatu “rencana kemajuan” untuk tiap bidang prioritas kesuksesan tadi. Bila Anda melihat kehidupan Anda enam bulan dari titik sekarang, khususnya dalam keenam bidang kesuksesan ini, tentunya Anda sudah banyak bergerak maju dan beradaptasi dengan lebih baik pada tiap-tiap bidang itu, dibandingkan saat ini. Dan lihatlah enam bulan lalu. Apakah Anda sudah lebih baik pada tiap-tiap bidang prioritas kesuksesan itu? Kalau belum, Anda musti segera mengambil tindakan. Sekarang!

4. Temukan seorang mentor, seorang Kristen yang telah sukses. Mentor kesuksesan ini mustilah orang yang peduli pada pertumbuhan pribadi Anda dalam keenam prioritas kesuksan tersebut. Ia janganlah orang yang “sama” dengan Anda – orang yang juga bergantung pada diri Anda. Hubungan ini mustilah “jalan satu arah.” Ia musti mampu menyimak prioritas-prioritas kesuksesan Anda, membantu Anda mengembangkan rencana untuk mencapainya, dan mampu mengritik Anda kalau Anda tidak mengerjakan apa yang Anda rencanakan. Karena itu, ia sebaiknya bukan orang yang secara emosional dekat dengan Anda, seperti sahabat atau pasangan hidup. Ia haruslah pihak yang netral, mungkin seseorang dari kelompok belajar di gereja atau orang yang disarankan oleh pendeta Anda.

5. Pecahlah tiap prioritas sukses itu ke dalam langkah-langkah bertujuan. “Langkah” ini harus cukup kecil sehingga Anda bisa fokus pada satu langkah untuk satu waktu tertentu, tetapi jangan terlalu berat untuk bisa diraih sendirian. Dan setelah semua langkah ini Anda lakukan, Anda sudah bisa mencapai salah satu prioritas itu dalam waktu yang ditentukan, misalnya enam bulan. Mauliate

Tidak ada komentar:

Posting Komentar